5 Tips Menghindari Penipuan saat Belanja Online

Belanja Online

Belanja online telah menjadi kebiasaan yang umum di era teknologi modern, tetapi perasaan was-was karena potensi penipuan tetap ada.

Pertumbuhan Belanja Online dan Tantangan Keamanan

Belanja online sudah menjadi kegiatan rutin masyarakat, terutama setelah pandemi Covid-19. Aplikasi e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan lainnya semakin menjadi bagian penting di smartphone pengguna. Meski begitu, kasus penipuan juga meningkat seiring dengan pertumbuhan aktivitas belanja online.

Menurut Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), pengaduan terkait e-commerce masuk dalam tiga besar selama lima tahun terakhir, dengan laporan tahun 2022 mencatat kasus seperti barang tidak sesuai (20%), refund (32%), pembatalan sepihak (8%), dan barang tidak sampai (7%).

Tips untuk Tetap Aman Berbelanja Online

Untuk menghindari menjadi korban penipuan, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri merekomendasikan beberapa langkah perlindungan:

  1. Verifikasi Pengirim Informasi: Pastikan pesan atau informasi dari aplikasi e-commerce berasal dari nomor WhatsApp yang sudah terverifikasi atau akun media sosial resmi dengan centang hijau.
  2. Hindari Transaksi di Luar Aplikasi: Lakukan transaksi hanya melalui aplikasi e-commerce resmi dan hindari pembayaran langsung kepada pihak lain di luar platform tersebut.
  3. Waspadai Tawaran Checkout di Luar Aplikasi: Jangan pernah melakukan checkout atau pembayaran di luar aplikasi e-commerce yang resmi.
  4. Hubungi Customer Service: Jika ada hal mencurigakan, segera hubungi Customer Service aplikasi e-commerce melalui telepon atau live chat pada pusat bantuan.
  5. Hindari Phishing: Jangan buka link dari situs mencurigakan atau berikan kode verifikasi (OTP) yang dikirim melalui SMS atau WhatsApp tanpa verifikasi yang jelas.

Update Modus Penipuan Terbaru

Modus penipuan terus berkembang, sehingga penting untuk selalu update informasi terbaru. Berikut beberapa ciri umum modus penipuan yang perlu diwaspadai:

  • Penggunaan Bahasa yang Buruk: Umumnya untuk meminta informasi sensitif seperti kode OTP.
  • Pemberitahuan Hadiah Palsu: Pengumuman bahwa pengguna memenangkan hadiah dari aplikasi e-commerce, biasanya disertai dengan permintaan informasi pribadi.
  • Link Situs Tiruan: Meminta pengguna untuk membuka link yang seolah-olah berasal dari aplikasi e-commerce ternama, padahal itu adalah situs phising.

Dengan mematuhi langkah-langkah ini dan tetap waspada terhadap perkembangan modus penipuan terbaru, pengguna dapat meminimalkan risiko menjadi korban penipuan saat berbelanja online dan menjaga keamanan informasi pribadi mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait