Apa itu Anxiety Disoder? Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Hai! Apakah kamu pernah merasakan kecemasan yang berlebihan hingga sulit untuk mengendalikannya? Jika iya, maka kamu mungkin sedang mengalami anxiety disorder atau gangguan kecemasan. Kondisi ini dapat memengaruhi keseharian dan bahkan menyebabkan depresi jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami apa itu anxiety, ciri-ciri dan bagaimana cara mengatasinya. Yuk ketahui secara lengkap melalui ulasan dibawah!

Apa itu Anxiety?

Anxiety disoder adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan rasa khawatir atau cemas berlebihan dalam situasi tertentu. Kecemasan dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja, namun jika kecemasan tersebut semakin sering dan mengganggu aktivitas sehari-hari, maka bisa jadi itu merupakan tanda dari anxiety disorder.

Orang yang menderita anxiety disorder biasanya memiliki ketakutan berlebihan terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Misalnya, takut bertemu orang baru, takut di tempat ramai atau bahkan takut meninggalkan rumah. Kondisi ini dapat mempengaruhi performa kerja dan hubungan sosial seseorang.

Secara medis, penyebab dari anxiety disorder belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor risiko seperti genetika, lingkungan serta faktor biologis yang dapat memengaruhinya. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui gejala-gejala dari anxiety agar bisa meresponnya dengan tepat waktu.

Jangan sampai kita abaikan kondisi kecemasan hanya karena merasa remeh padanya ya!

Penyebab Anxiety

apa itu anxiety disoder
Sumber : Katadata

Penyebab Anxiety bisa sangat kompleks dan berbeda-beda pada setiap individu. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan munculnya Anxiety antara lain adalah keturunan, lingkungan sosial, trauma masa lalu atau peristiwa hidup yang sulit.

Lingkungan sosial seperti tekanan pekerjaan atau tuntutan dari keluarga juga dapat memicu terjadinya kecemasan. Selain itu, kurang tidur dan gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi alkohol atau obat-obatan juga dapat memperparah kondisi Anxiety.

Banyak orang mengalami anxiety disorder karena memiliki riwayat keturunan dari keluarganya. Terdapat kemungkinan bahwa seseorang dengan satu atau lebih anggota keluarga dekat yang menderita gangguan kecemasan akan lebih rentan mengalaminya sendiri dibandingkan seseorang tanpa riwayat tersebut.

Trauma masa lalu seperti kekerasan fisik maupun psikologis saat masih anak-anak ataupun dewasa bisa meninggalkan bekas dalam pikiran serta emosi dan membuat Anda menjadi lebih cenderung untuk merasa khawatir secara berlebihan tentang situasi-situasi tertentu dalam hidup Anda.

Dengan mengetahui penyebab-penyebab potensial dari anxiety disorder ini, kita bisa mulai melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganannya untuk membantu diri sendiri ataupun orang lain di sekitar kita.

Gejala Anxiety

gejala anxiety disoder
Sumber : Halodoc

Gejala Anxiety bisa sangat berbeda-beda dari satu individu ke individu lainnya. Beberapa orang mungkin merasa ketakutan yang intens, sedangkan yang lain mungkin mengalami gejala fisik seperti detak jantung meningkat, berkeringat, atau sakit kepala.

Namun pada dasarnya, Gejala Anxiety dapat dibagi menjadi tiga kategori utama: gejala fisiologis, gejala psikologis dan perilaku.

Gejala fisiologis meliputi detak jantung cepat dan fluktuasi tekanan darah serta gangguan pencernaan seperti diare atau mulas. Sedangkan gejala psikologis mencakup rasa takut atau cemas yang terus-menerus hingga sulit tidur bahkan sering mimpi buruk. Sementara itu gejalanya dalam bentuk perilaku antara lain menghindari situasi tertentu karena adanya ketidaknyamanan atau rasa takut yang luar biasa.

Beberapa contoh perilaku tersebut adalah tidak ingin pergi keluar rumah sendiri karena khawatir akan bertemu dengan orang asing ataupun menolak bergabung dalam acara sosial bersama teman-temannya karena merasa cemas dan gelisah selama berada di sana.

BACA JUGA Mengenal Kepribadian Introvert, Ini 5 Ciri dan Kelebihannya

Jika Anda mengalami beberapa dari Gejala Anxiety ini secara teratur dan menyebabkan kesulitan bagi aktivitas sehari-hari Anda maka penting untuk mencari bantuan profesional agar dapat mengatasinya dengan tepat.

Ciri-ciri Anxiety

anxiety adalah
Sumber : CNN Indonesia

Ciri-ciri Anxiety dapat muncul pada diri seseorang secara fisik maupun psikologis. Beberapa gejala fisik yang sering terjadi adalah jantung berdebar-debar, keringat dingin, gemetar serta kesulitan bernafas. Sementara itu, ciri-ciri psikologis dari Anxiety meliputi perasaan takut atau khawatir yang berlebihan, sulit berkonsentrasi dan mudah marah.

Saat mengalami kecemasan atau anxiety disorder, seseorang juga dapat merasa gelisah dan tidak nyaman di lingkungan sosial. Lebih lanjut lagi hal ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari seperti bekerja atau belajar karena pikiran selalu tertuju pada rasa takut dan ketidaknyamanan.

Ketika ciri-ciri tersebut mulai muncul dalam diri seseorang maka penting untuk segera mencari bantuan profesional seperti psikiater atau psikolog untuk mendapatkan diagnosis yang tepat serta cara pengobatan yang efektif. Kecemasan bukanlah sesuatu yang harus dipandang remeh karena jika dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan yang tepat maka akan semakin memperburuk kondisi mental seseorang.

Untuk membantu mengurangi tingkat kecemasan antara lain dengan teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi serta melakukan olahraga rutin setiap hari. Selain itu menjaga pola tidur yang baik juga sangat penting guna memberikan waktu istirahat bagi tubuh dan pikiran agar lebih segar saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Cara Mengatasi Anxiety

Anxiety atau kecemasan dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Pertama, kelola stres dengan olahraga atau meditasi. Olahraga membantu meningkatkan produksi endorfin dalam tubuh sehingga dapat memberikan perasaan senang dan nyaman bagi kita. Sedangkan meditasi membantu merelaksasikan pikiran dan menenangkan sistem saraf.

Kedua, jangan ragu untuk mencari bantuan dari orang terdekat atau profesional kesehatan mental jika diperlukan. Terkadang kita butuh dukungan dari orang lain agar merasa lebih baik.

Ketiga, atur pola tidur yang sehat dengan menjaga waktu tidur yang cukup setiap malamnya. Hal ini penting karena kurangnya waktu tidur dapat memperburuk gejala anxiety.

Keempat, hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang sebagai mekanisme coping karena hanya akan membuat masalah semakin buruk di kemudian hari.

Terakhir, cobalah untuk fokus pada apa yang bisa kamu kontrol daripada hal-hal yang tidak bisa dipengaruhi olehmu. Dengan begitu kamu akan merasa lebih tenang dan mampu mengontrol kekhawatiran berlebihan tentang masa depan atau hal-hal di luar kendali kita saat ini.

Apakah Anxiety bisa sembuh?

mengenal anxiety disoder
Sumber : Bicara Berita

Banyak orang yang menderita anxiety disorder, dan sering kali bertanya-tanya apakah kondisi ini bisa disembuhkan. Jawabannya adalah iya, namun setiap kasus dapat berbeda-beda tergantung dari faktor penyebab dan tingkat keparahan.

Penting untuk diingat bahwa mengatasi anxiety tidak dapat dilakukan dengan instan atau dalam waktu singkat. Dibutuhkan kesabaran dan proses perawatan yang tepat untuk mencapai pemulihan.

Beberapa cara yang umum digunakan untuk membantu menyembuhkan anxiety antara lain dengan konseling psikologis atau terapi perilaku kognitif (CBT). Kedua jenis terapi tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi pola pikir negatif serta memberikan strategi coping yang efektif.

Selain itu, gaya hidup sehat juga memiliki peranan penting dalam pengobatan anxiety. Olahraga secara rutin dan menjaga pola tidur serta nutrisi tubuh adalah bagian dari upaya pencegahan kekambuhan pada pasien anxiety disorder.

Namun demikian, ada kalanya seseorang membutuhkan bantuan obat-obatan seperti antidepresan atau anti-anxiety guna membantu melawan gejala-gejala tertentu. Hal ini harus dibicarakan lebih lanjut bersama dokter spesialis guna menemukan solusi terbaik sesuai situasi masing-masing individu.

Saat mencari jawaban atas pertanyaan “Apakah Anxiety bisa sembuh?”, ingatlah bahwa tindakan awal adalah selalu berkonsultasi dengan dokter spesialis serta tetap optimis dalam proses penyembuhan.

Kesimpulan

Dalam kesimpulannya, Anxiety disorder artinya adalah kondisi kesehatan mental yang serius dan membutuhkan perawatan profesional. Penyebabnya bisa bervariasi dari faktor genetik hingga pengalaman traumatik. Gejala-gejalanya juga dapat berbeda-beda pada setiap individu.

Namun, dengan mengenali ciri-cirinya dan mencari bantuan medis yang tepat, Anxiety disorder dapat diatasi dan dikendalikan dengan baik sehingga tidak mengganggu kehidupan sehari-hari.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog jika Anda merasa memiliki gejala-gejala anxiety. Terlebih lagi, perlunya dukungan keluarga maupun lingkungan sosial sangatlah penting dalam proses penyembuhan.

Ingatlah bahwa setiap orang pantas untuk hidup bahagia dan sehat secara fisik maupun mental!

2 thoughts on “Apa itu Anxiety Disoder? Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait