Bukan Hanya Pornografi: 7 Kontroversi X di Bawah Elon Musk

Twitter

Sejak diakuisisi oleh Elon Musk pada Oktober 2022, Twitter telah menjadi pusat perhatian karena serangkaian kontroversi yang melibatkan perubahan besar terkait kebijakan platform terutama terkait X. Salah satu kontroversi terbaru adalah keputusan Elon Musk untuk memungkinkan pengguna untuk terang-terangan membagikan konten pornografi yang diproduksi dan didistribusikan secara konsensual.

Sebelumnya, Twitter tidak secara eksplisit melarang konten pornografi, dan bahkan telah menjadi tempat bagi beberapa kreator konten NSFW (not safe for work) menyusul peluncuran Twitter Blue (sekarang X Premium), di mana kreator dapat memonetisasi konten mereka dengan meminta pembayaran dari pengikutnya.

Berikut adalah beberapa kontroversi yang melibatkan Elon Musk terkait perubahan besar yang terjadi di Twitter:

  1. Perubahan Logo Twitter: Elon Musk memicu kontroversi ketika mengubah logo Twitter dari simbol burung biru yang telah menjadi ikon platform selama 17 tahun menjadi X putih dengan latar belakang hitam, serta mengganti nama perusahaan induk Twitter menjadi X Corp.
  2. Penutupan Akun Jurnalis Pengkritik: Twitter secara sepihak menutup sejumlah akun milik jurnalis terkenal yang mengkritik Elon Musk, seperti Ken Klippenstein dari The Intercept dan Steven Monacelli dari Texas Observer, pada 9 Januari 2024, tanpa penjelasan yang jelas.
  3. Tangguhkan Akun Jurnalis: Pada Desember 2022, sejumlah akun jurnalis yang mengkritik Musk ditangguhkan oleh Twitter, termasuk reporter CNN Donie O’Sullivan dan reporter Washington Post Drew Harwell.
  4. Pemecatan Besar-besaran: Elon Musk melakukan pemecatan besar-besaran terhadap sejumlah eksekutif dan karyawan Twitter setelah mengakuisisi platform tersebut, dengan tujuan memotong biaya dan merestrukturisasi perusahaan.
  5. Bayar Centang Biru: Musk memperkenalkan biaya berlangganan untuk mendapatkan centang biru, yang sebelumnya merupakan tanda verifikasi gratis untuk akun terkenal atau organisasi besar, sebagai upaya untuk monetisasi layanan.
  6. Membatasi Pengguna Twitter: Pada Juli 2023, Elon Musk mengumumkan kebijakan baru yang membatasi jumlah cuitan yang dapat dibaca oleh pengguna Twitter setiap harinya, dengan batasan yang berbeda untuk akun terverifikasi dan tidak terverifikasi.
  7. Menghapus Days of Rest: Elon Musk dikabarkan menghapus kebijakan “Days of Rest” yang memberikan hari libur tambahan kepada karyawan Twitter, sebagai bagian dari budaya kerja keras yang diterapkannya.

Semua perubahan ini telah menimbulkan berbagai reaksi dan kontroversi di kalangan pengguna Twitter serta publik pada umumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait