Inilah 9 Cara Mudah Mengetahui Link Spam, Paling Ampuh!

Photo by Pixabay

Seringkali menerima tautan yang mencurigakan? Jangan terburu-buru untuk mengekliknya! Tautan tersebut mungkin berpotensi scam atau penipuan, yang bisa berisiko merusak data dan identitas ponsel Anda. Untuk itu baca sampai habis artikel singkat ini Cara Mudah Mengetahui Link Spam.

Bagaimana cara memeriksa apakah tautan tersebut scam atau tidak sebelum mengkliknya? Berikut beberapa tips yang dapat Anda gunakan saat menerima tautan mencurigakan, agar terhindar dari penipuan.

1. Pentingnya Memeriksa Keabsahan Tautan

Ketika menerima pesan yang mengklaim “Selamat, Anda pemenang undian!” dari nomor yang tidak dikenal, bijaklah untuk tidak segera mengklik tautan yang disediakan. Selain fakta bahwa hal ini tampak jelas sebagai upaya penipuan, ada kemungkinan besar bahwa tautan tersebut berisi aksi scam dan upaya phising.

Modus operandi penipuan semacam ini telah menjadi tren yang meningkat dan telah mengakibatkan banyak korban yang merugi besar, bahkan hingga mengeluarkan sejumlah uang yang signifikan tanpa menyadarinya. Oleh karena itu, untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar Anda, sangat penting untuk selalu menerapkan prosedur verifikasi tautan yang dijelaskan di bawah ini.

2. Selalu Perhatikan Detail Alamat URL

Ketika diberikan sebuah tautan, sangat penting untuk memeriksa secara teliti alamat URL-nya. Ini terutama mudah dilakukan jika tautan tersebut disajikan dalam bentuk lengkap.

Pastikan URL dimulai dengan huruf ‘s,’ seperti ‘https:’ daripada ‘http:.’ Huruf ‘s’ ini mengindikasikan keamanan dan enkripsi, yang membantu melindungi data Anda dari potensi pencurian.

Selain itu, perhatikan nama domain yang digunakan. Beberapa situs phishing dan scam sering menggunakan nama domain yang meniru perusahaan terkenal dengan sedikit perubahan. Misalnya, mereka dapat menggantikan “idntimes.com” dengan “idntimes1.com.”

Juga, perhatikan ekstensi yang digunakan. Tautan dengan ekstensi seperti ‘.blogspot.com’ atau ‘.wordpress.com’ mungkin patut dicurigai sebagai potensi penipuan. Menjaga kewaspadaan terhadap detail-detail ini dapat membantu Anda menghindari tautan yang berisiko.

3. Verifikasi Melalui Kontak dan Media Sosial

Lembaga yang dapat dipercaya biasanya menyediakan beberapa jalur komunikasi untuk pelanggan mereka, termasuk media sosial, layanan pelanggan melalui telepon, dan pusat bantuan. Informasi rinci ini biasanya dapat ditemukan di situs web resmi instansi atau perusahaan tersebut.

Gulir ke bagian bawah halaman web atau cari halaman khusus yang berisi informasi kontak. Selain itu, periksa akun media sosial yang tercantum, perhatikan apakah mereka aktif atau hanya menggunakan nama semu. Di platform seperti Instagram, Anda bahkan dapat memeriksa riwayat nama dan reputasi akun perusahaan atau individu.

Jika perlu, lakukan penelusuran lebih lanjut terkait dengan pekerjaan di perusahaan terkait. Anda dapat mencari informasi apakah ada individu dengan nama tertentu di departemen yang relevan. Meskipun mungkin terdengar rumit, LinkedIn bisa menjadi alat yang berguna untuk tujuan ini.

4. Mengetahui Umur Domain

Pemilik situs web seringkali tidak secara terang-terangan menyediakan informasi tentang umur domain mereka. Namun, ada laman khusus yang dapat membantu Anda memeriksa umur sebuah domain. Kunjungi Whois Lookup di tautan https://whois.domaintools.com/ untuk mengetahui seberapa lama domain tersebut telah aktif, dan bahkan dapat memberikan informasi tentang pendaftar domain tersebut.

Domain milik perusahaan atau instansi resmi biasanya memiliki umur yang lebih panjang. Meskipun umur domain tidak selalu mencerminkan usia perusahaan itu sendiri, situs web yang telah ada selama beberapa tahun mungkin lebih dapat diandalkan.

Sebaliknya, domain yang digunakan untuk phising dan scam seringkali hanya bertahan selama beberapa bulan karena sering dilaporkan sebagai situs tidak terpercaya. Akibatnya, umur domain mereka cenderung lebih muda. Jadi, situs web dengan domain yang sangat muda perlu menjadi titik perhatian dan dicurigai.

5. Perhatikan Penulisan di Situs Web

Konten yang ada di sebuah situs web mencerminkan reputasi dari institusi atau perusahaan yang berada di baliknya. Lembaga resmi akan berusaha menjaga tampilan situs agar mudah dipahami dan diakses oleh pengguna, termasuk penulisan dalam setiap artikel atau copy yang ada di dalamnya.

Namun, aturan ini seringkali tidak berlaku bagi situs web scam atau phising. Situs penipuan seringkali memiliki tampilan acak-acakan yang tidak teratur. Mereka juga menggunakan kalimat aneh yang penuh dengan singkatan dan sulit dipahami.

Tidak hanya itu, beberapa situs penipuan mungkin menumpuk kata kunci tertentu sehingga menyebabkan pengulangan kalimat yang berlebihan. Selain itu, perhatikan juga adanya kesalahan ketik (typo) yang mungkin muncul di situs tersebut. Semua tanda-tanda ini perlu diperhatikan karena dapat mengindikasikan keberadaan situs yang tidak terpercaya.

6. Baca Kebijakan Privasi Situs

Laman resmi dari sebuah instansi atau perusahaan wajib memberikan informasi mengenai bagaimana data pengguna dikumpulkan, digunakan, dan dijaga demi menjaga privasi pelanggan. Informasi ini berkaitan erat dengan kebijakan privasi.

Sebagian besar situs web menyediakan laman khusus yang berisi informasi tersebut. Saat mengunjungi sebuah situs web dari tautan yang tidak terpercaya, penting untuk mencari dan menemukan kebijakan privasi situs tersebut. Jika tidak dapat menemukannya, maka ini bisa menjadi tanda peringatan.

Jika Anda menemukan kebijakan privasi situs tersebut, luangkan waktu untuk membacanya dengan cermat. Perhatikan jenis data apa yang dikumpulkan dan bagaimana data tersebut akan digunakan. Pastikan juga untuk mencari informasi tentang langkah-langkah keamanan yang diambil untuk melindungi data pribadi pengguna.

7. Gunakan Alat Pendeteksi Google

Google juga menyediakan alat yang dapat membantu mendeteksi situs web scam. Di situs ini, Anda dapat meminta bantuan Google untuk memeriksa apakah tautan tersebut berpotensi berbahaya atau tidak.

Caranya cukup sederhana, kunjungi laman berikut: https://transparencyreport.google.com/safe-browsing/search

Kemudian, masukkan tautan yang Anda ingin periksa di kolom pencarian dan tunggu hasilnya.

Jika hasilnya berwarna hijau, itu berarti situs web tersebut telah diverifikasi oleh Google sebagai aman. Namun, Anda perlu berhati-hati jika hasilnya berwarna oranye atau merah, karena itu menunjukkan bahwa Google telah mendeteksi situs tersebut sebagai tidak aman.

8. Perhatikan Isi Iklan

Jika Anda ingin memeriksa apakah sebuah tautan adalah scam, perhatikan iklan yang muncul di situs web tersebut. Langkah sederhana ini dapat membantu Anda dalam proses pengecekan.

Situs web yang dapat dipercaya umumnya menampilkan iklan yang berisi konten yang jelas dan relevan, bukan hanya tautan yang mengarahkan ke situs yang tidak jelas.

Di sisi lain, situs web yang mencurigakan seringkali memuat iklan yang tidak lazim, seperti iklan perjudian online atau konten yang tidak senonoh. Ketika Anda menemukan iklan-iklan semacam ini, itu bisa menjadi tanda peringatan yang baik untuk meninggalkan situs tersebut dan tidak mengklik tautannya.

9. Jika Tawarannya Terlalu Bagus untuk Dipercayai, Segera Tinggalkan

Situs web penipuan sering mengandalkan penawaran yang terlalu baik untuk dipercayai untuk menarik korban. Mereka menggunakan trik ini untuk memanfaatkan sifat mudah percaya, kenaifan, dan empati korban, sehingga memudahkan mereka untuk menipu.

Oleh karena itu, jika Anda menemukan situs web yang menawarkan hadiah atau penawaran yang terlalu fantastis dan nyaris tidak masuk akal, sebaiknya segera meninggalkan situs tersebut. Ini bisa menjadi salah satu cara untuk melindungi diri dari potensi penipuan. Terkadang, prinsip “jika terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, mungkin memang begitu” bisa sangat relevan.

10. Pindai Untuk Virus

Langkah selanjutnya dalam memeriksa apakah sebuah tautan adalah scam adalah dengan memindai kemungkinan virus. Jika Anda memiliki perangkat antivirus yang terpasang, biasanya perangkat tersebut akan secara otomatis memblokir tautan yang mengarah ke situs web yang mencurigakan.

Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan situs web yang menyediakan layanan untuk memeriksa apakah tautan tersebut mengandung virus, phising, malware, atau ancaman lainnya. Beberapa situs yang dapat Anda gunakan termasuk VirusTotal, PhishTank, EmailVeritas, dan masih banyak lagi.

Ikuti langkah-langkah untuk memeriksa tautan scam atau bukan yang telah dijelaskan di atas saat Anda menerima tautan yang mencurigakan. Meskipun tidak 100 persen dapat melindungi Anda dari penipuan, langkah-langkah ini dapat membantu mengurangi risiko bahaya scam. Tetap waspada dan berhati-hati!

Akhir Kata

Sangat berguna bagi pengguna internet untuk melindungi diri dari tautan spam yang dapat merugikan dan merusak pengalaman online. Dengan memahami cara-cara yang dijelaskan dalam artikel Cara Mudah Mengetahui Link Spam ini, pengguna dapat meningkatkan kesadaran mereka terhadap link spam dan melindungi diri mereka sendiri serta perangkat mereka dari potensi ancaman online.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait